PERSIAPAN TRY OUT DAN UJI KOMPETENSI AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (ATLM) 2018

Salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan. Problem SDM kesehatan di Indonesia saat ini adalah jumlah yang belum memadai dan distribusi yang tidak merata. Hal ini berdampak terhadap kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. 

Upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya menusia (SDM) tenaga kesehatan diantaranya adalah dengan pelaksanaan uji kompetensi (UKOM). Sebagaimana tercantum pada UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, pasal 21 menyebutkan bahwa pada akhir masa pendidikan vokasi dan profesi harus mengikuti uji kompetensi.

Pendidikan Diploma III dan IV TLM merupakan salah satu pendidikan vokasi yang berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan uji kompetensi pada akhir masa pendidikan peserta didiknya. Namun, hingga akhir tahun 2017, uji kompetensi untuk lulusan DIII maupun DIV TLM masih belum terlaksana.

Dalam Permenristekdikti No. 12 tahun 2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan UKOM Mahasiswa Bidang Kesehatan Pasal 5 menyatakan bahwa Uji Kompetensi diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi. Untuk itu, dalam persiapan uji kompetensi TLM, AIPTLMI sebagai wadah bagi institusi pendidikan (perguruan tinggi) yang menyelenggarakan pendidikan TLM di Indonesia selalu berkomunikasi dan bekerjasama dengan PATELKI sebagai organisasi profesi TLM di Indonesia.

Uji Kompetensi tenaga kesehatan yang saat ini digunakan adalah dengan menjawab soal-soal kasus yang terjadi dalam pelayanan kesehatan. Cara penulisan soal tersebut harus mengikuti kaidah-kaidah tertentu, sehingga didapatkan soal yang baik, yang benar-benar dapat mengukur kemampuan  lulusan pendidikan TLM. Dalam proses penulisan soal, selain harus menguasai materi yang akan diujikan, seorang penulis soal UKOM harus terlebih dahulu mendapatkan sertifikat pelatihan penulisan soal (item development). Para penulis soal ini adalah dosen yang mengajar pada sebuah institusi pendidikan TLM atau praktisi ATLM yang bekerja pada fasilitas kesehatan. Tentunnya keduanya harus sudah mengikuti pelatihan penulisan soal UKOM (item development).

Setelah sebuah soal tersusun, selanjutnya soal tersebut direview ditingkat institusi. Proses review ini bertujuan untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang mungkin ada dari masing-masing soal. Setelah proses review di masing-masing institusi pendidikan selesai, draft soal di kirim ke tingkat regional. Ada 7 (tujuh) regional AIPTLMI yang akan melakukan review soal. Setelah direview ditingkat regional, draft soal dikirim ke sistem pengumpulan soal uji kompetensi tingkat nasional untuk selanjutnya direview di tingkat nasional.

Dalam proses review soal, ada 3 kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, soal akan diterima langsung, kedua, soal dikembalikan ke pembuat soal untuk diperbaiki, dan ketiga, soal dikembalikan ke pembuatnya tapi dengan status di tolak karena berbagai alasan.

Setelah dilakukan proses review soal tingkat nasional, soal yang lolos akan dimasukkan dalam bank soal tingkat pertama. Bank soal tingkat pertama ini selanjutnya akan dilakukan review kembali dalam proses review panel expert. Dalam proses ini, soal akan dikaji kembali oleh para expert di masing-masing bidang. Soal yang lolos dalam review panel expert selanjutnya akan masuk dalam bank soal tingkat kedua.

Soal yang sudah masuk bank soal tingkat kedua digunakan untuk try out atau non-scored item.  Try out uji kompetensi bertujuan untuk mensosialisasikan metode pelaksanaan uji kompetensi kepada institusi pendidikan dan mahasiswa calon peserta uji kompetensi. Selain itu, juga untuk mengevaluasi soal-soal yang akan diujikan, sehingga diperoleh soal yang baik. Hasil evaluasi soal yang sudah melewati proses try out akan masuk dalam bank soal tingkat ketiga.

Setelah sebuah soal masuk ke dalam bank soal tingkat ketiga, selanjutnya dilakukan proses seleksi soal untuk dapat masuk dalam buku soal yang digunakan untuk uji kompetensi. Seleksi soal yang dimaksud adalah untuk dapat mengisi porsi-porsi soal yang telah ditetapkan dalam blue print soal uji kompetensi ATLM yang telah disepakati antara AIPTLMI dan PATELKI.

Alur yang digunakan dalam penulisan soal UKOM yang telah dijelaskan diatas dapat dilihat pada bagan berikut ini:

Try Out Nasional vs Latihan Soal

Dalam mempersiapkan calon peserta didiknya untuk menghadapi UKOM, masing-masing institusi pendidikan dapat menggunakan berbagai metode. Misalnya dengan melakukan pemantapan materi pada beberapa bidang yang masuk dalam soal UKOM. Atau bisa juga dengan melalui latihan soal menggunakan soal-soal yang telah disusun oleh para dosen di institusi tersebut atau institusi lain.

Latihan soal yang dilakukan oleh masing-masing institusi (atau kerjasama beberapa institusi) ini tentunya berbeda dengan proses try out yang dilakukan secara nasional. Hal itu dapat dilihat dari proses pembuatan paket-paket soal yang digunakan. Latihan soal menggunakan paket soal yang disusun oleh institusi atau kerjasama beberapa institusi, sedangkan paket soal yang digunakan dalam proses try out nasional telah melewati berbagai tahapan dari mulai review regional, review nasional dan review panel expert. Proses review yang bertingkat tersebut diharapkan akan menghasilkan soal yang baik dan benar-benar tersaring. Pada tahun 2017 berhasil dikumpulkan kurang lebih 3000 soal dari 7 regional AIPTLMI seluruh Indonesia. Dalam prosesnya, soal yang berhasil masuk ke bank soal tingkat kedua hanya sebanyak 540 soal atau tiga set soal. Dan itupun lebih dari 80% diantaranya harus terlebih dahulu melalui proses perbaikan soal.

Output dari TO nasional dan latihan soal juga berbeda. Latihan soal menghasilkan soal-soal yang mungkin akan dievaluasi di tingkat institusi, untuk dipilih kembali dan dikirim ke tingkat regional, atau bisa jadi tidak dilakukan proses evaluasi soal, hanya evaluasi hasil jawaban benar dari masing-masing peserta latihan saja. Sedangkan output dari proses try out nasional adalah soal-soal terpilih yag akan dimasukkan dalam bank soal tingkat ke empat yang digunakan dalam uji kompetensi.

TO UKOM 2018

Berbeda dengan TO UKOM 2017 yang diselenggarakan oleh AIPTLMI dan PATELKI untuk seluruh institusi anggota AIPTLMI, pada tahun 2018 ini TO UKOM akan dilaksanakan oleh PPSDM Kemenkes untuk mahasiswa Poltekkes Kemenkes, sedangkan untuk mahasiswa non-poltekkes, TO UKOM akan dilaksanakan oleh AIPTLMI bekerjasama dengan PATELKI. Hal ini merupakan kesepakatan yang didapat dalam pertemuan yang dilakukan di hotel Neo Awana Yogyakarta, 3-6 Mei 2018 kemarin. Waktu pelaksanaan dari kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama, yaitu tanggal 28 Juli 2018 untuk tingkat DIII dan 11 Agustus 2018 untuk tingkat DIV.

Perbedaan pelaksanaan kedua kegiatan tersebut lebih karena faktor anggaran. Dimana untuk mahasiswa Poltekkes menggunakan anggaran dari Kementerian Kesehatan, sedangkan untuk mahasiswa non-Poltekkes menggunakan dana mandiri dari masing-masing peserta TO UKOM. Sedangkan untuk materi yang akan diujikan dalam kedua kegiatan tersebut sama, karena sumber soal yang digunakan juga sama, seperti alur pembuatan soal yang telah dijelaskan di atas. (AAW)

(Disarikan dari paparan dan diskusi yang dipimpin oleh Ibu Mardiana, Ketua Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi AIPTLMI, pada kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum Pendidikan Diploma IV Teknologi Laboratorium Medik dan Persiapan Uji Kompetensi ATLM 2018 di Yogyakarta, 4 – 6 Mei 2018)

 

Sumber : AAW